Sabtu, 13 Agustus 2016

My Experience To Lose Weight - Pengalamanku Menurunkan Berat Badan (1)

Assalamualaikum.

Hallo semuanya.

Setelah sekian lama ga update blog, kali ini aku mau berbagi pengalaman diet aku dan bagaimana cara yang berhasil di aku untuk menurunkan berat badan. Sebelum aku cerita tentang cara aku menurunkan berat badan ada baiknya kalian baca alasan aku untuk berdiet dan pengalaman aku dalam mencoba berbagai macam jenis diet.

Oke, dari pada bertele-tele langsung aja aku mulai ceritanya. Nah, sebenarnya aku ini emang genetik gendut jadi sebelumnya aku cuek aja punya badan yang lebih besar dari temen-temenku. Sampai suatu hari ada orang yang ngejek aku. Ejekannya lumayan bikin aku ga percaya diri lagi. Yah, well ga usah aku sebutin kali ya ejekannya apa.

Waktu itu aku SMA kelas 11 dan berat badan aku saat itu emang berat badan terbesar aku. Dulu, aku termasuk orang yang jarang cerita masalah pribadi aku ke orang lain. Aku pendem sendiri aja masalah ejekan itu sambil cari-cari cara diet singkat di internet buat mengatasi masalah aku itu. Dan saat itu pencarianku berakhir di salah satu obat pelangsing yang di jual di internet.

Seminggu awal aku mencoba pakai obat pelangsing sih aman-aman aja dan sempat turun 2 atau 3 kg. Wah, lumayankan seminggu bisa turun segitu apalagi sebulan atau dua bulan. Makin semangat dong ya aku ngikutin aturan diet pakai obat pelangsingnya. Tapi seminggu berikutnya bukan berat badan yang turun tapi kondisi tubuhku yang menurun, aku drop dan sejak saat itu aku berhenti konsumsi obat pelangsing.

Aku bukan bermaksud untuk menjatuhkan orang-orang yang jualan obat pelangsing online. Ini murni pengalaman aku loh ya.

Lanjut.. Setelah drop, aku mulai terbuka dengan mamaku tentang masalahku itu. Lalu mama menyarankan aku buat kurangin porsi makan dan berhenti makan ataupun nyemil jam 5 sore. Jujur, saran mama itu lumayan susah aku lakukan. Gimana ga susah coba, orang-orang rumah makan malam sekitar jam 7 an dan saat makan malam aja orang rumah bisa makan bareng kecuali hari libur. Alhasil aku cuma bisa bertahan kurang lebih sebulan ngikutin saran mama dan bb ku turun hanya sekilo.

Pipi tembem kaya bakso isi telur ayam, bayangin aja gimana itu muka dengan pipi yang kaya gitu hehe. Frustasi karena gagal terus akhirnya aku cerita sama sahabat aku kalau aku itu kegendutan tapi aku ga cerita masalah ejekan itu ke sahabatku. Sahabatku bilang selama masih ada baju yang muat buat dipakai kegendutan itu bukan masalah besar. Mendengar nasihat sahabatku itu aku berhenti untuk berdiet (sementara waktu).


 Sampai di sini dulu ya cerita aku. Kalau mau liat foto pipi tembem aku bisa dicek di ig @syifa1610.

Kamis, 26 November 2015

Cerpen (Short Story): The Last Rose (Mawar Terakhir)

Hai, post-an kali berbeda dari beberapa post-an aku sebelumnya. Cerpen ini cerpen yang aku buat untuk tugas Bahasa Indonesia waktu aku SMA. Kalau ga salah, aku juga pernah masukin cerpen ini buat lomba cerpen tapi ga menang hehe. Untuk yang baca cerpen ini, tolong kasih saran dan komentarnya ya. Selamat membaca.

***

Suasana pagi ini boleh cerah, apa besok akan seperti ini lagi? Susah ditebak. Sama seperti perasaanku. Tak perlu hitungan waktu untuk merubah suasana hati. Rasanya baru sebentar aku merasa bahagia tapi sekarang itu semua hanya jadi kenangan.
Aku tak pernah menyesali sedetik pun waktu yang telah berlalu. Karena tak ada gunanya kalau aku menyesali sesuatu yang telah berlalu. Apa mungkin kalau disesali itu semua bisa berubah? Tidak. Dan sudah berapa detik kulalui dengan sia-sia kalau aku selalu menyesali masa lalu? Tak terhingga. Sungguh rugi kalau aku melakukannya. Sayang, prinsip itu tak berlaku lagi setelah aku ditinggalkannya.
Semalaman aku menangis. Menangisi perasaanku yang bertolak belakang dengan suasana pagi ini.
“Ra!! Keiraaa!”
Aku terus berjalan dan mengacuhkan teriakan Nino. Aku yakin sahabatku itu ingin menanyakan sesuatu yang tak ingin aku ungkapkan sekarang.
“Ra!! Kamu budek ya sekarang! Apa kamu budek gara-gara kamu putus sama Aldi!” seketika aku terdiam.
Ingin rasanya aku memukulnya, melakban mulutnya ketika dia telah sampai menghampiriku dan berharap dia bisa lebih menjaga mulutnya yang bocor itu. Tapi sayangnya itu hanya sebatas pikiran jahatku saja. Faktanya ketika dia datang air mataku jatuh. Melihatku menangis Nino merangkulku dan menuntunku untuk duduk di kursi yang ada di lorong sekolah.
“Ra, jangan nangis dong. Aku cuma bercanda kok.”
“Kenapa dia tega, No?” tanyaku di tengah isak tangis, “Salah apa aku sama dia?”
“Kamu ga salah.”
“Terus? Kenapa dia mutusin aku?”
Nino hanya diam, membuatku geram akan tanggapannya.
“Kamu kan sahabatnya. Ngga mungkin kalau dia ga cerita apa-apa!”
Lagi-lagi Nino hanya diam. Tapi raut wajahnya tak bisa berbohong. Dia terlihat seperti menyembunyikan sesuatu. Apa yang dia sembunyikan sebenarnya?
“No, ku mohon kasih tau alasan Aldi,” Aku terus mendesaknya.
Nino tiba-tiba berdiri dan membentakku. Aku kaget. Kini dia menginggalkanku sendirian di lorong sekolah.
***
Seminggu sudah berlalu. Perasaan galau perlahan menghilang. Air mata ku sudah kering, tak mengalir lagi. Aku merasa seperti memulai kisah baru. Kisah tanpa dirinya. Tapi tanda tanya ini belum bisa terpecahkan, bahkan semakin besar. Karena dia tiba-tiba dinyatakan pindah sekolah oleh wali kelasku. Apa putusnya hubungan ku ini ada hubungannya dengan ke pindahannya? Sampai sekarang itulah yang pertanyaan yang masih menggantung di pikiranku.
***
Hari ini, aku hampir terlambat masuk sekolah gara-gara aku harus kembali ke rumah buat mengambil tugas praktikum kelompokku yang tertinggal. Ketika aku sampai di kelas, aku terkejut. Ada setangkai mawar di atas mejaku. Aku ambil setangkai mawar merah dan sebuah catatan kecil yang ditulis dengan pulpen pink itu.
Pagi, Ra. Tersenyumlah untuk awal yang indah. S- Itulah isi catatan kecil yang sedang kupegang. Tapi catatan ini tak dilengkapi nama pengirim. Mungkin Olla – teman sebangkuku – tau siapa pengirim bunga mawar ini.
“La, kamu tau bunga ini dari siapa?” tanyaku sambil duduk dan melepaskan tas yang ada di pundakku.
“Ngga tau, Ra,” jawabnya sambil meletakkan pulpen yang ada tangannya dan berpaling ke arahku, “tadi waktu aku datang bunga itu udah ada di meja kamu.”
Aku hanya mengangguk, mengiyakannya. Tak lama bel berbunyi, guru matematika pun masuk dan pembelajaran pun dimulai.
***
“Akhirnya selesai juga,” kata ku setelah selesai mengerjakan pr fisika, “waktunya menyiapkan buku buat besok.”
Tak sengaja mataku tertuju pada map biru yang ada di sudut meja belajarku. Aku ambil map itu dan kukeluarkan semua kertas di dalamnya. Map ini berisi sketsa bunga mawar pemberian Aldi. Dia memberikannya setiap bulan ditanggal jadian kami sebagai hadiah. Ada 16 sketsa bunga mawar yang aku punya sekarang. Seandainya aku belum putus, mungkin besok aku dapat tambahan sketsa bunga mawar.
Baby don’t cry tonight eodumi geochigo namyoen[i]. Nada dering sms ku berbunyi. Ku raih smartphoneku yang ada di atas tempat tidur. Sebelum kumelihat siapa si pengirim sms aku berharap itu sms dari Aldi.
Nuri
Happy Birthday Kaira !!! Sebenarnya masih 3 jam lagi sih ulang tahun kamu hehe. Aku takut ga bisa jadi yang pertama ngucapin happy birthday jadi aku ngucapinnya sebelum aku tidur aja deh wkwk. Wishnya terserah kamu aja biar aku yang aminin. AAMIIN!!! JANGAN DIBALAS YAA AKU MAU TIDUR.
Aku hanya geleng-geleng sembari tersenyum ketika membaca sms dari Nuri. Walaupun sms yang kubaca ini tak sesuai harapan, aku tetap bahagia. Ternyata masih ada yang ingat hari ulang tahunku selain keluargaku.
Aku merasa masih belum puas memandangi sketsa-sketsa yang Aldi berikan. Aku baru sadar, disetiap sketsa ini ada kata-kata mutiaranya. Hmmm, kenapa aku merasa familiar dengan tuliasan ini. Ya, aku tau ini tulisan Aldi tapi aku merasa akhir-akhir ini sering melihat tulisan ini.
Tanpa sengaja tanganku menyenggol vas bunga yang berisi 16 tangkai mawar dan untungnya aku sempat menahannya agar tidak jatuh. Aku ingat. Tulisan Aldi itu mirip bahkan persis sama dengan orang yang selama 16 hari terakhir memberiku bunga mawar. Catatan-catatan kecil yang terselip di bunga mawar itu masih kusimpan rapi. Ku keluarkan catatan-catatan kecil itu dari kotak pensil dan kubaca ulang satu persatu isi catatan tersebut.
Ketika membaca ulang catatan kecil ini, aku baru menyadari di bagian akhir catatan kecil ini selalu ada satu huruf yang tersendiri. Apakah ini sebuah klu? Aku pun mencoba menyusun huruf-huruf itu.
“Selamat ulang tahu…?”
Apa benar itu susunannya? Tapi aku yakin itu benar karena aku menyimpan catatan kecil itu secara berurutan. Seandainya besok ada bunga mawar dan catatan kecil itu lagi, aku yakin satu huruf yang tersendiri itu “n”.
Apa mungkin yang mengirim itu Aldi? Bukankah dia sudah pindah sekolah di luar kota. Rasanya mustahil kalau dia rela bolak-balik Jakarta – Banjarmasin hanya untuk memberi ku bunga mawar dan catatan kecil penyemangat. Atau dia mau memberi kejutan diulang tahunku..
“Itu semua ngga mungkin!” Aku menggeleng-geleng menampik semua kemungkinan yang ada dalam pikiranku.
Besok aku harus berangkat lebih cepat dari si pengirim. Aku ingin mengungkap siapa pengirim bunga mawar ini. Sebenarnya hati ini selalu berharap kalau pengirim bunga itu Aldi. Tapi seandainya dia bukan Aldi, mungkin aku bisa bersahabat dengannya. Atau bisa jadi dia yang akan menjadi pengganti posisi Aldi di hatiku.
***
Senang sekali rasanya pagi ini berangkat ke sekolah diantar sama kakak. Aku tau dia pasti kesal karena dia terpaksa menunda waktu tidurnya hanya untuk mengantarku sekolah. Sebernarnya aku kasihan sama kakakku ini. Minggu ini dia kena shif malam dan baru jam 6 subuh dia sampai ke rumah. Tapi mau gimana lagi, Mama yang memintanya untuk mengantarku,
“Hoooaaaam…”
Kakakku menghentikan motornya lalu menutup mulutnya yang sedari tadi terus menguap. Aku turun dari motornya dan memberikan helm yang kupakai.
Lajui, bulik gin. Kena pian apa-apa di jalan,”[ii] kataku setelah melihat kakakku selesai menggantungkan helmku.
Hiih. Kakak bulik dulu ding lah.[iii]
Ricky – kakaku menyalakan motornya dan sebelum dia melajukan motornya aku salim dengannya. Aku terus memandangi kepergiannya sampai dia tak terlihat barulah aku berbalik dan masuk ke dalam sekolah.
Kulihat jam yang melingkar di tangan. Lalu kualihkan pandanganku ke arah parkiran motor.
“Ternyata cukup banyak juga orang yang sudah ada di sekolah sebelum jam tujuh,” gumamku sambil tertawa. Mentertawakan diriku yang selalu hadir lewat dari jam tujuh.
Ada rasa penasaran dan gugup untuk mengungkap siapa si pengirim bunga mawar. Aku mempercepat langkahku. Takut dia sudah pergi dari kelasku. Ketika aku masuk ke dalam kelas tiba-tiba ku terdiam. Kaget. Tak percaya melihat seseorang yang sedang meletakan sesuatu di mejaku. Aku mengenal betul orang itu.
“Nino?!”
Orang itu berbalik dan terlihat panik ketika tahu orang yang memanggilnya itu adalah aku. Perlahanku mendekatinya dengan kepala yang terus menggeleng lemah menampik apa yang telah terjadi.
“Ternyata… Kamu?!” Kataku saat tepat dihadapannya.
“Ra, aku bisa jelasin.”
“Semuanya udah jelas, No.”
“Tapi, Ra . . .”
“Apa Aldi mutusin aku gara-gara kamu? Bukannya kamu yang bikin aku sama Aldi jadian? Apa kamu juga yang buat aku putus sama Aldi? Jawab no!” bentakku.
“Ra, kamu salah paham.”
“Terus apa maksud semua ini?!”
Seperti biasa dalam keadaan desakan Nino hanya diam tanpa berani menatap mataku. Kenapa lagi-lagi aku di posisi seperti ini.
“Kenapa diam, No?” Kataku melemah “Oke, Kalau emang kamu ga terlibat dalam putusnya hubunganku sama Aldi, terus apa alasannya kamu ngasih bunga mawar?”
Tenagaku habis, terkuras oleh emosi sesaatku. Ku hempaskan diriku ke kursi yang ada di samping kananku.
“Ikut aku sebentar, Ra.” Kata Nino sambil menarik tanganku.
Nino membawaku ke pojok lorong sekolah dan mengarahkanku untuk duduk di kursi panjang yang menempel di dinding. Kami saling diam, diam dengan pikiran masing-masing. Ku coba mananyakan lagi apa yang tadi kutanyakan di kelas. Lalu dia merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah surat.
“Ambil, Ra,” Kata Nino sambil mengarahkan surat itu ke tanganku, “isi surat ini dapat menjawab semua pertanyaan yang membuat kamu galau selama beberapa terakhir ini.”




Mataku terasa panas dan tak lama air mataku mengalir. Ini bukan air mata kesedihan lagi. Aku sudah merasa lega, karena terjawab sudah pertanyaan yang selama ini menguras emosiku.



[i] Lirik lagu EXO-K – Baby Don’t Cry
[ii] Bahasa banjar yang artinya “Cepat, pulang sana. Nanti kalau kakak terjadi sesuatu di jalan”
[iii] Bahasa banjar yang artinya “Iya, Kakak pulang dulu ya de.”
iv Spondilitis tuberkulosa atau tuberkulosis tulang belakang adalah peradangan granulomatosa yg bersifat kronisdestruktif oleh Mycobacterium tuberculosis

Jumat, 25 September 2015

Lyrics (Lirik) Lagu Soyou x Kwon Jeong Yeol (소유 x 권정열) – Lean On Me (어깨) [Hangul + Romanization + English Translation]


HANGUL LYRICS

작사브라더수  |  작곡/편곡김도훈
Lyricist: BrotherSu | Composer/Arranger: Kim Do Hoon

알죠 모든 같지 않을
아무리 뒤척여도 잠은 오지를 않고

전화 사람들 이렇게나 많은데
연락할 누구도 곁에 없을

혼자만 있고 싶어도 사실 외로울
웃어볼 기운도 없을 때가 있죠

일은 쌓여서 산더미에 줄어들질 않고
자꾸 한숨만 나올

기대도 기대도 돼요 내게
with you you 언제든
내게 기대 쉬어도 돼요 그대
with you you 이해해

유난히 하루가 길게만 느껴질
집으로 가는 괜히 멀기만 하고

하고픈 이야기 정말 많았었는데
웃음 지으며 참아버렸죠

누가 건드리기만 하면 금방이라도
울음이 터질 같을 때가 있죠

언젠간 괜찮아 거라고 애써 생각해도
자꾸 한숨만 나올

기대도 기대도 돼요 내게
with you you 언제든
내게 기대 쉬어도 돼요 그대
with you you 이해해

나만 이런건지
혼자 힘든건지
I know I know 하고 있단

그렇게 속으로만
안고있지 말고
you know you know 내가 곁에 있단

기대도 기대도 돼요 내게
with you you 언제든
내게 기대 쉬어도 돼요 그대
with you you 이해해

이해해
이해해
이해해


ROMANIZATION

jal aljyo modeun ge nae mam gatji anheul ttae
amuri dwicheogyeodo jameun ojireul anhgo

jeonhwa sok saramdeul ireohkena manheunde
yeollakhal nugudo gyeote eopseul ttae

honjaman itgo sipeodo sasil woeroul ttae
useobol giundo eopseul ttaega itjyo

hal ireun ssahyeoseo sandeomi.e jureodeuljil anhgo
jakku hansumman naol ttaen

kidaedo dwae kidaedo dwaeyo naege
With you you eonjedeun
naege kidae swi.eodo dwaeyo keudae
With you you da ihaehae

yunanhi haruga gilgeman neukkyeojil ttae
jibeuro ganeun gil gwaenhi meolgiman hago

hagopeun iyagi jeongmal manhasseotneunde
sseun useum jiumyeo chamabeoryeotjyo

nuga tuk geondeurigiman hamyeon geumbangirado
ureumi teojil geot gateul ttaega itjyo

eonjen.gan gwaenchanha jil georago aesseo saenggakhaedo
jakku hansumman naol ttaen

kidaedo dwae kidaedo dwaeyo naege
With you you eonjedeun
naege kidae swi.eodo dwaeyo keudae
With you you da ihaehae

naman ireon.geonji
honja himdeun.geonji
I know I know jalhago itdan geol

keureohke sogeuroman
an.goitji malgo
You know you know naega gyeote itdan geol

kidaedo dwae kidaedo dwaeyo naege
With you you eonjedeun
naege kidae swi.eodo dwaeyo keudae
With you you da ihaehae

da ihaehae
da ihaehae
da ihaehae




ENGLISH TRANSLATION

I know, when things aren’t working out your way
You can’t sleep, no matter how you toss and turn

So many numbers saved on your phone
But you can’t dial a single one up

When you want to be alone, but it gets lonely
When you don’t even have the energy to smile

Things to do piling up endlessly
Sighs bursting out of your mouth

Lean on me, you can lean on me
With you, you, always
Lean on me, you can take a break
With you, you, I understand

When a day feels extra long
When the way home feels too far

When you’re full of things to say
But you swallow them behind a bitter smile

When you feel like you’ll burst into tears
If someone pokes at you

When you try to believe everything will be okay
But sighs burst out of your mouth

Lean on me, you can lean on me
With you, you, always
Lean on me, you can take a break
With you, you, I understand

Am I the only one?
Is everyone else doing fine?
I know I know, I’m doing alright

Don’t keep it tucked inside
You know you know, I’m by your side

Lean on me, you can lean on me
With you, you, always
Lean on me, you can take a break
With you, you, I understand

I understand
I understand
I understand

Waaaa.... Akhirnya eonni soyou comeback dengan pasangan nyanyi yang baru. Semoga lagu kali ini sesukses lagu-lagu sebelumnya. Btw aku suka banget lagu ini. Enjoy listening the song ^^




sumber: sleeplessaliana.wordpress.com