Rabu, 05 Agustus 2015

Ini BNI Ku, Mana BNI Mu?


Seperti judul yang kalian baca, kalian pasti bisa menebak ke arah mana tulisan ini akan bermuara. Yups, Kali ini aku mau membahas tentang BNI lebih tepatnya berbagi pengalaman aku sebagai pengguna BNI sejak tiga tahun yang lalu.

Sejak aku SD, aku sudah diajarkan orang tuaku untuk menabung. Mulai dari menabung ditabungan plastik berbentuk ikan berwarna hijau, tabungan yang berbentuk kaleng yang dijual di mall-mall, nabung sama guru, sampai akhirnya mencoba menabung di bank.

Beberapa tabungan yang pernah kugunakan

Hmmm... mungkin aku terbilang lambat untuk mengenal menabung di bank soalnya aku mulai menabung di bank saat aku duduk di bangku kelas dua SMA. Waktu itu, orang tuaku baru bikin kartu kredit BNI karena sebelumnya sudah mempunyai tabungan BNI dan pulang membawakan brosur tentang tabungan BNI Taplus Muda. Brosur yang dibawakan sedikit banyak menjadi awal mula aku mengenal tabungan BNI. 

Pada saat itu, aku pengen memulai usaha online shop karena tetarik melihat temanku yang punya penghasilan sendiri dari berjualan online. Well.. online shop itu transaksi jual belinya sangat bergantung dengan rekening bank mau tidak mau aku harus punya setidaknya satu rekening bank. Dari brosur, konsultasi sama temen sampai browsing di internet akhirnya aku memilih membuka rekening tabungan BNI Taplus Muda.

Alasan aku memilih membuka rekening tabungan BNI Taplus Muda, Pertama tertarik karena membaca brosur yang dibawakan ortuku. Kedua karena saran dari temanku, dia bilang ada baiknya kalau membuka rekening tabungan yang banknya sama dengan orang tua, setidaknya kalau ada transaksi bank dengan orang tua tidak ada pemotongan tabungan hehe. Dan yang Ketiga adalah biaya administrasi tiap bulan yang murah, seteron awal dan saldo mengendap yang minim membuatku mantap untuk membuka rekening di bank BNI. Maklumlah, anak SMA itu kan labil, penuh akan kebimbangan dan perlu banyak pertimbangan dalam mengambil keputusan jadi yaa.... wajar aja kalau banyak alasan aku kenapa membuka rekening tabungan BNI Taplus Muda.

Buku rekening BNI Taplus Muda

Usaha online ku berjalan lancar dengan adanya BNI Mobile Banking. Cek saldo, transfer ke supplier, dan transferan custumer langsung dapat aku kerjakan dan aku cek melalui smartphoneku. Sayangnya usahaku hanya aku jalankan kurang lebih setengah tahun karena saat itu aku sudah diminta orang tua ku untuk fokus menghadapi ujian nasional.

Eits... tunggu dulu pengalaman ku bersama BNI belum selesai. Aku sering menemani mamaku ke pasar buat beli keperluan sekolah. Berhubung bukan orang pasar, mama tidak tahu kalau harga-harga barang di pasar sudah pada naik. Uang yang dipersiapkan dari rumah pun kurang. Tapi aku bersyukur karena ATM BNI ada dimana-mana salah satunya ya dipasar. Kekurangan uang untuk berbelanja kebutuhan sekolah pun teratasi dengan melakukan transaksi tarik tunai di ATM BNI Pasar Baru Banjarmasin.

di ATM Pasar Baru Banjarmasin

Saat ini aku kuliah sudah memasuki semester 3. Aku mulai diajarkan untuk mengelola uang saku secara bulanan dan uang bulananku tidak pernah dikasih langsung melainkan di transfer ke rekening BNI ku. Lagi dan lagi aku tertolong sebagai nasabah BNI. Aku dapat melakukan tarik tunai dengan nominal 20.000 di ATM BNI di kampusku, Unlam. Kalau aku mengambil uang bulananku dengan nominal 100.000 atau 50.000 mungkin aku akan agak kesulitan untuk jajan, karena nominal yang besar akan menyulitkan pedagang untuk memberikan kembalian.

ATM BNI Unlam Banjarmasin

Dan pengalaman yang baru-baru saja aku alami adalah melakukan tarik tunai di ATM BNI Sepeda Motor, Jalan S Parman di samping Mapolda Kalsel. Aku tertolong sekali dengan adanya ATM Sepeda Motor. Pada saat itu, aku pulang ke Banjarmasin habis dari luar kota dengan membawa banyak bawaan, uang di dompet sudah menipis, mau tarik tunai di ATM biasa tapi ribet bawa barang. Dan aku ingat kalau BNI ada ATM Sepeda Motor dan akhirnya aku memutuskan untuk tarik tunai di situ. Tarik tunai di sana sangat praktis, tidak perlu parkir dulu sudah bisa tarik tunai. Selain itu tempatnya juga aman karena ada satpamnya.



Itu foto selfie aku di ATM Sepeda Motor BNI. Foto itu sudah aku post di instagram aku @syifaaaaa10. Praktis bangetkan.

Tulisan ini hanya sebagian pengalamanku bersama BNI. Semoga dapat bermanfaat bagi kalian, dan buat kalian yang masih kebingungan memilih bank untuk membuka rekening, mungkin pengalamanku ini bisa jadi bahan pertimbangan kalian. Okeeh.

Ini pengalaman BNI ku, Mana pengalaman BNI mu?

4 komentar:

  1. thanks infonya. Pengalamannya aku jadiin pertimbangan aku buat rekening di bank bni. btw ini ikut lomba blog bni ya? semoga menang ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Aamiin, Seneng kalau informasi aku bermanfaat. Salam kenal ya soalnya kamu udah dua kali komen diblog aku ^^

      Hapus
  2. BNI Taplus muda hanya untuk mahasiswa saja ya, kalau usia dibawah 25 tapi sudah bekerja gak bisa buka rekening taplus muda?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku bikin BNI Taplus Muda waktu SMA jadi udah lupa syarat-syaratnya. Batas umur BNI Taplus Muda kalo ga salah 15-25 tahun, kalo usianya masih dibawah 25 tahun mungkin bisa aja buka rekening taplus muda. Untuk info lebih lanjut bisa cek di http://www.bni.co.id/id-id/bankingservice/consumer/simpanan/bnitaplusmuda.aspx atau datang ke salah satu cabang bni terdekat.

      Hapus